Velix Wanggai menjelaskan, dalam pertemuan di Jakarta itu, dibahas beberapa hal, yakni Pertama, adanya nilai moral bersama yang mengikat satu kesatuan langkah masyarakat Papua walaupun berbeda secara administratif ke dalam 6 provinsi.
Nilai kebersamaan ini menurut dia, harus menjadi fondasi dari kelembagaan Asosiasi Kepala Daerah se-Tanah Papua yang dibentuk akhir tahun 2022 lalu.
“Di sini, terbangun spirit enam untuk satu, dan satu untuk enam, atau six for one, one for six, dalam desain pembangunan Papua kedepan,” ujarnya.
Kedua, menurut Wanggai, disepakati perlunya optimalisasi peran dari kelembagaan Asosiasi Kepala Daerah se-Tanah Papua sebagai instrumen kebersamaan yang mengimplementasikan nilai dasar, visi bersama dalam membangun dan langkah-langkah konkret pembangunan di masing-masing wilayah yang memiliki dampak bersama.
“Disepakati berbagai agenda strategis yang menguntungkan enam provinsi, untuk diperjuangkan bersama di tingkat nasional dan lokal. Juga, berbagai praktek baik dari setiap provinsi dapat menjadi sarana saling belajar dan saling kolaborasi guna mencapai tujuan bersama,” tukasnya.
Yang ketiga menurut Wanggai, para penjabat gubernur sepakat untuk digelar pertemuan rutin berikutnya di Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan pada akhir April 2024 ini. Pertemuan para gubernur ini, akan dirangkaikan dengan peringatan 70 tahun Pekabaran Injil di Papua Pegunungan.




