Tidak ada tentara AS yang dilaporkan tewas dalam serangan terhadap Camp Buehring. Namun, sejumlah personel mengalami luka-luka. Dua di antaranya bahkan dilaporkan tersambar petir ketika badai pasir menerjang kawasan gurun.
“CBKU (Camp Buehring, Kuwait) hancur lebur. Mereka perlu melakukan investigasi. Mengapa tidak ada yang datang untuk memperkuat kami?” ujar personel tersebut.
Serangan Iran Ungkap Kerentanan Pangkalan AS
Pentagon memilih tidak memberikan tanggapan langsung terhadap laporan CBS News. Departemen Pertahanan AS justru merujuk media tersebut pada pernyataan Menteri Perang Pete Hegseth pada Maret lalu.
Saat itu, Hegseth mengakui bahwa lebih dari 90 persen personel militer Amerika telah dipindahkan dari sejumlah pangkalan AS di kawasan tersebut.
Pengungkapan mengenai Camp Buehring muncul tidak lama setelah investigasi Associated Press mengungkap persoalan lain terkait kesiapan pasukan AS di Kuwait.
Pada 1 Maret, sebuah drone Iran menghantam pusat operasi Amerika di Pelabuhan Shuaiba. Serangan tersebut menewaskan enam tentara AS dan melukai puluhan lainnya, menjadikannya salah satu serangan tunggal paling mematikan terhadap pasukan Amerika selama konflik.
Sejumlah tentara yang terluka dalam serangan itu mengaku harus saling memberikan pertolongan menggunakan perlengkapan medis yang tersedia. Dalam kondisi darurat, mereka bahkan menggunakan Google untuk mencari rumah sakit terdekat di Kuwait City.









