Sebagai pimpinan di Sat Brimob Polda Malut, menurut Erwin AKP M adalah seorang perwira luar biasa yang selalu fokus terhadap pekerjaannya.
“Tentunya sebagai orang tua melihat anaknya melakukan penganiayaan, apalagi terhadap perempuan yang masih SMA, tentunya dia emosi dan berikan pelajaran kepada anaknya,” tuturnya.
Saat ini, sambung Erwin, Bripda MSA telah ditetapkan sebagai tersangka dan dikurung di sel Mako Brimob.
“Mungkin dia (AKP M, red) emosi karena di satuan dia tidak bisa apa-apa karena anaknya berada di sel dan kuncinya saya yang pegang langsung, dan tidak ada yang bisa membina dia terkecuali atas perintah saya. Makanya mungkin pada kesempatan itu, Pak M secara spontan memukul anaknya,” ujarnya seperti dilansir dari tandaseru.com.
Menurut Erwin, video tersebut telah viral hingga ke Mabes Polri. Karena itu, Brimob Polda Malut merasa perlu meluruskan kondisi sebenarnya.
“Video ini viral sampai ke pimpinan kami di Mabes Polri, sehingga kami perlu meluruskan masalah ini untuk menjaga nama kesatuan, baik Sat Brimob Polda Malut dan Polri pada umumnya. Karena Polri adalah pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,” ucapnya.
Selaku komandan Satuan Brimob, Erwin juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Malut yang sudah melihat video tersebut sehingga membuat citra Polri menjadi tidak baik.









