Anak-anak dan remaja perlu diberi kesempatan untuk mengenal, mempelajari dan mengembangkan kemampuan bermusik sejak berada di bangku sekolah.
Perkuat Ekosistem Musik dari Sekolah
Pengembalian kurikulum musik juga tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah.
Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, guru, orang tua, komunitas musik, pelaku seni dan berbagai pihak yang selama ini bergerak dalam ekosistem musik Ambon.
Sekolah dapat menjadi ruang pembelajaran dasar, sementara komunitas dan pelaku seni dapat memperkaya pengalaman anak-anak melalui kegiatan praktik, pertunjukan maupun pembinaan.
Kolaborasi tersebut diharapkan menciptakan jalur pembinaan yang berkesinambungan bagi siswa yang memiliki bakat di bidang musik.
Sebab tidak semua potensi anak selalu terlihat melalui capaian akademik.
Ada anak yang menemukan kepercayaan dirinya ketika memegang alat musik. Ada pula yang justru mampu berkembang ketika berada dalam sebuah kelompok musik.
Ruang-ruang seperti itulah yang dinilai perlu diperkuat.
Pada saat yang sama, keberadaan pendidikan musik di sekolah juga menjadi bagian dari upaya menjaga budaya lokal agar tidak terputus oleh perubahan zaman.
Jukulele tidak hanya dipandang sebagai instrumen musik, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Ambon yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.









