Porostimur.com, Ambon – Ada suasana berbeda dalam pelantikan dan pengukuhan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Kota Ambon pada Jumat (22/8/2025). Jika biasanya digelar di Balai Kota, kali ini Wali Kota Ambon memilih Terminal Transit Passo sebagai lokasi acara.
Langkah tersebut, kata Wali Kota, bukan tanpa alasan. Ia ingin menegaskan bahwa aset milik pemerintah kota harus dimanfaatkan, bukan dibiarkan kosong atau terbengkalai.
Manfaatkan Aset Rp60 Miliar
Dalam sambutannya, Wali Kota mengingatkan bahwa gedung Terminal Transit Passo dibangun dengan biaya yang tidak sedikit, sekitar Rp60 miliar.
“Gedung ini dibangun dengan biaya sekitar Rp60 miliar. Jangan sampai dibiarkan kosong lalu rusak atau digunakan untuk hal-hal yang negatif. Karena itu saya pilih tempat ini agar kita semua sadar bahwa aset pemerintah bisa difungsikan kembali,” ujarnya.
Rencana Pindahkan Kantor Wali Kota
Tak hanya itu, Wali Kota juga membeberkan rencana besar: memindahkan Kantor Wali Kota Ambon ke gedung Terminal Transit Passo.
Ia menilai, gedung kantor yang ada saat ini sudah tidak memadai untuk menampung jumlah pegawai yang semakin banyak.
“Sekarang saja banyak pegawai tidak punya tempat duduk. Bagaimana mereka bisa bekerja maksimal kalau fasilitas dasar seperti ruang kerja saja tidak tersedia? Karena itu kita butuh kantor yang representatif agar seluruh kerja birokrasi bisa berjalan lancar,” tegasnya.











