“Mulai besok, semua titik rawan harus ditertibkan. Ini bukan pemadam kebakaran, ini penyelamatan masa depan Ambon,” tegasnya.
Ledakan Angka Perceraian: Mayoritas Gugatan dari Istri
Selain soal HIV, Wattimena menyoroti meningkatnya angka perceraian yang kini menjadi tren mengkhawatirkan. Dalam satu minggu, tercatat tiga hingga lima permohonan cerai, dan sebagian besar diajukan oleh pihak istri.
“Ini masalah serius. Banyak yang bercerai karena kurangnya tanggung jawab suami dalam keluarga,” katanya.
Wali Kota secara khusus mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar menjaga keharmonisan rumah tangga. Ia menyebut bahwa ASN, terutama pejabat, tidak boleh menjadi contoh buruk di tengah masyarakat.
“Kita semua harus memperhatikan agar tidak ada keluarga ASN, apalagi pejabat, yang terlibat perceraian. ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat,” pintanya.
DWP Diminta Ambil Peran Nyata
Mengakhiri sambutannya, Wattimena menegaskan bahwa HUT ke-26 DWP bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat peran organisasi dalam menjaga stabilitas sosial dan moral keluarga ASN.
“Indonesia Emas memiliki banyak variabel. Yang penting, hal-hal yang bisa kita lakukan harus kita lakukan. DWP harus semakin fungsional dan memberi kontribusi nyata,” pungkasnya.
Pernyataan tegas Wali Kota Ambon ini menandai urgensi penanganan dua masalah sosial besar yang kini membayangi masa depan kota. Pemerintah memastikan langkah cepat, sementara masyarakat diimbau memperkuat peran keluarga sebagai benteng utama dalam menghadapi persoalan moral dan kesehatan publik. (Keket)









