Jam dinding ini, kata Jamaluddin, dibuat dari bahan alami dan tidak membutuhkan biaya tambahan yang besar hanya dibutuhkan lem untuk merekatkan tulang ikan.
Selain itu, bagian lingkaran tempat jarum jam dibuat warna merah sesuai warna daging ikan, sementara bagian tali jam berwarna putih sesuai warna tulang ikan.
“Semua bahan terbuat dari tulang tuna berukuran besar, termasuk jarum jam dan pengait. Bagian tersulit adalah membuat jarum jam dari tulang ikan yang bengkok dibuat menjadi lurus,” ujarnya.
Ia menambahkan jam dinding dari tulang ikan sudah lima tahun lebih tidak ada tanda lapuk atau rusak. Jamaluddin ke depan juga ingin membuat karya lain dengan memanfaatkan bahan utama dari tulang ikan. (red/ant)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









