Air Toilet Dikeluhkan, Dishub Maluku: Harus Diperbaiki
Keluhan warga tersebut mendapat respons dari Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Sammy Huwae.
Saat dikonfirmasi Porostimur.com, Jumat (21/8/2026), Huwae mengakui bahwa kondisi pelayanan seperti yang dikeluhkan warga perlu mendapatkan perbaikan.
“Ya, harus diperbaiki sesuai standar pelayanan publik minimal yang berlaku,” kata Huwae.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kebersihan dan kelayakan fasilitas penumpang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari standar pelayanan transportasi publik.
Pelayanan kapal feri tidak cukup hanya memastikan kapal berangkat, berlayar dan tiba di tujuan dengan selamat. Penumpang juga berhak mendapatkan fasilitas yang bersih, aman dan nyaman selama berada di atas kapal.
Karena itu, pengelola kapal maupun pihak yang memiliki kewenangan pengawasan perlu memastikan fasilitas toilet diperiksa secara berkala. Termasuk memastikan ketersediaan air bersih serta melakukan pembersihan sebelum dan setelah kapal melayani penumpang.
Warga berharap persoalan tersebut tidak berhenti setelah munculnya keluhan. Mereka meminta adanya evaluasi dan pengawasan rutin terhadap kondisi fasilitas kapal yang melayani lintasan Hunimua–Waipirit.
Hunimua-Waipirit Jalur Vital, Pelayanan Diminta Tak Sekadar Kapal Berlayar
Lintasan Hunimua–Waipirit memiliki posisi penting dalam mobilitas masyarakat Maluku. Jalur ini menjadi salah satu penghubung utama antara Pulau Ambon dengan Pulau Seram, sekaligus menjadi jalur pergerakan masyarakat, kendaraan, barang dan kebutuhan logistik.











