Dengan tingginya aktivitas penyeberangan, kualitas pelayanan di atas kapal menjadi hal yang tidak bisa dianggap sepele.
Warga menilai pengelola kapal perlu memiliki sistem pengelolaan kebersihan yang jelas. Tempat sampah harus tersedia dan ditata dengan baik, sampah diangkut secara berkala, toilet dibersihkan secara rutin, serta air yang digunakan untuk kebutuhan sanitasi harus dipastikan bersih dan layak.
Apalagi, pengguna jasa kapal berasal dari berbagai kelompok usia dengan kebutuhan yang berbeda-beda.
Fasilitas sederhana seperti toilet yang bersih, air yang layak dan tempat sampah yang tertata merupakan bagian dari pelayanan dasar yang secara langsung dirasakan masyarakat.
Karena itu, warga meminta Dinas Perhubungan Provinsi Maluku meningkatkan pengawasan terhadap standar pelayanan kapal pada lintasan Hunimua–Waipirit. Operator kapal juga diharapkan tidak hanya melakukan pembenahan ketika fasilitas sudah dikeluhkan atau menjadi sorotan publik.
Keluhan tersebut semestinya menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas penumpang di setiap kapal yang beroperasi pada lintasan tersebut.
Sebab, pelayanan transportasi publik yang baik bukan semata-mata tentang kapal bisa berlayar tepat waktu. Lebih dari itu, masyarakat membutuhkan perjalanan yang aman, bersih, nyaman dan manusiawi.











