“Pemerintah membutuhkan peran aktif lembaga keagamaan untuk menjaga harmoni sosial di tengah dinamika masyarakat,” tegasnya.
Perjalanan Iman Menuju Satu Abad
Sementara itu, Pemimpin Umum Tarekat Maria Mediatrix, Epifany Ongirwalu, menegaskan bahwa perayaan 99 tahun bukan sekadar seremoni, melainkan perjalanan iman yang hidup dalam sejarah kasih Tuhan.
Ia menjelaskan, tarekat tersebut bertumbuh dari benih kecil dalam rahim Gereja Keuskupan Amboina, hingga kini berkembang menjadi karya pelayanan yang menjangkau Maluku, Papua, dan berbagai wilayah lainnya.
“Para suster diutus untuk menghadirkan kasih Allah melalui pelayanan nyata, baik di sekolah, rumah sakit, paroki, hingga pelosok daerah,” ungkapnya.
Menurutnya, pusat tarekat di Ambon menjadi jantung perutusan yang terus mengalirkan semangat pelayanan dan persatuan.
Perkuat Kolaborasi dan Persaudaraan
Epifany juga mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk terus memperkuat kolaborasi dalam merawat kehidupan umat dan masyarakat.
Ia menegaskan, perjalanan menuju 100 tahun pada 1 Mei 2027 menjadi momentum penting untuk meneguhkan kesetiaan, memperbarui pelayanan, serta mempererat persaudaraan lintas batas.
“Perayaan ini menjadi langkah awal menuju satu abad Tarekat Maria Mediatrix agar tetap relevan menjawab kebutuhan zaman dan setia menghadirkan kasih di tengah masyarakat,” tandasnya.









