Wawali Tidore Kepulauan Tepis Lakukan Kekerasan Terhadap Wartawan

oleh -227 views

Kemudian direspon Nurkholis dengan arogan, mengakui bahwa dia tidak perlu diajari tentang tugas-tugas wartawan, karena itu bukan kewenangan saya (Muhammad Sinen, red), sambil menunjuk-nunjuk wajah saya (Muhammad Sinen, red) dengan jari telunjuknya.

Dari kegaduhan yang muncul ini, dipicu sikap Nurcholis yang di anggap tidak beretika dan kelewatan, terutama saat yang dia dengan lantang dan provokatif menyebut kalimat tantangan menggunakan bahasa daerah ternate, “Mancia Maku Golofino Ua”. Bila dalam bahasa Ternate ini diterjemahkan yaitu “sesama manusia tidak saling takut satu sama lain.”

“Saya (Muhammad Sinen) kemudian merespon dengan berupaya untuk menutup mulut Nurkholis yang anggap keterlaluan, namun belum sempat telapak tangan saya menutup mulut Nurkholis, anggota Polres yang mengawal Nurkholis menghalangi tindakan saya, dan membawa saya keluar dari ruangan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Saya menduga Nurkholis sengaja memprovokasi saya untuk melakukan hal-hal yang tidak patut untuk dilakukan. Karena itu, narasi yang dibangun bahwa saya telah melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan kepada Nurkholis tidak berdasar sama sekali,” ucap Iskandar.

Baca Juga  Indeks Kemahalan Konstruksi Halmahera Barat 2025 Masih di Atas Rata-rata Nasional

Dengan demikian, dari tim kuasa hukum akan melakukan pengkajian terhadap postingan orang-orang di media sosial facebook yang sengaja menggiring opini untuk menyudutkan Wakil Wali Kota dan di bawah ke ranah hukum.

No More Posts Available.

No more pages to load.