With You I Learned

oleh -131 views

“Kau dokter, ya?” pertanyaannya di luar apa yang sedang dia bahas. Aku terkesiap, “Kok tahu?” Seingatku aku belum memperkenalkan diri. “Jarimu. Koreksi aku, tapi setahuku jarang dokter membiarkan kukunya panjang atau sarung tangannya bakal gampang robek.”

Ingar bingar mal ini senyap seketika aku mendengarnya berbicara. Ia seolah mengajariku melihat sisi lain bulan.

Aprendí
Que puede un beso ser mas dulce y mas profundo
Que puedo irme mañana mismo de este mundo
Las cosas buenas ya contigo las viví

Si perempuan vanilla latte itu kini berbaring di sebelahku. Matanya menerawang, entah apa yang sedang ia pikirkan. Bola-bola ubi berkulit tipis? Anak kucing yang tempo hari ia tangisi karena tak bisa ia bawa pulang? Atau makramenya yang belum ia selesaikan? Pikirannya tak pernah bisa kutebak.

Aku menatapnya lekat yang tentunya tak ia indahkan. “Sungguh cantik,” pikirku. Di nirwana nanti, benarkah aku cuma akan dipertemukan dengan para bidadari? Tak bisakah mereka engkau?

Baca Juga  Soroti Kesetaraan Gender di TNI, Desy Ratnasari: Peluang Prajurit Perempuan Masih Terbatas

———

Y contigo aprendí
Que yo nací el día que te conocí

“Aku akan selalu ada,” tetiba dia berkata, menjawab harapan dan pertanyaanku.

———

Terinspirasi dari Luis Miguel – Voy a Apagar La Luz / Contigo Aprendí

No More Posts Available.

No more pages to load.