Yusril Ihza Mahendra: Amandemen UUD 1945 Bisa Menimbulkan ‘Kudeta’

oleh -9 Dilihat

Porostimur.com, Jakarta –Bola liar yang dilemparkan Tiga Ketua Umum Partai, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin PKB, Zulkifli Hasan PAN dan Airlangga Hartarto Golkar terkait penundaan Pemilu membuat gaduh para elit politik. Bahkan bisa menimbulkan kudeta pemerintahan.

Hal itu yang sangat dikhawatirkan oleh Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra di masa yang akan datang jika benar Pemilu ditunda.

Menurut Yusril, kalau berdasarkan ketentuan dalam UUD 45 yang ada sekarang Pemilu itu tidak bisa ditunda, karena memang ribet sekali pengaturannya.

“Jadi sebenarnya kalau kita berpegang pada UUD 1945 yang berlaku sekarang itu enggak ada jalan keluar sama sekali untuk penundaan Pemilu dengan apapun yang terjadi,” kata Yusril dalam dialog dengan Radio Elsinta yang dikutip, Minggu (6/3/2022).

Yusril mencontohkan, jika Indonesia diserang oleh Rusia atau kejadian gempa dahsyat di daratan Jawa dan menghancurkan Pulau Jawa, tidak ada satu pasal pun dalam UUD 1945 itu yang memberikan jalan keluar kalau sekiranya Pemilu itu tidak dapat dilaksanakan.

Baca Juga  Enam Tahun Berlalu, Jalan Kairatu–Honitetu Masih Rusak, Warga Minta Pemprov Maluku Lanjutkan Perbaikan

Misalnya, kata Yusril, pemilu mau dilaksanakan pekan depan, tiba-tiba terjadi gempa terus-menerus, bagaimana cara menunda Pemilu, nah, UUD 1945 tidak memberi jalan keluar terhadap masalah itu.