Oleh: Sylvia Putri
Baru-baru ini jagad maya di buat heboh dengan aksi nangis massal yang datang dari orang-orang kecewa berat, dan tak terima jika junjungannya tersungkur imbas ketidakmampuannya sendiri.
Bermula dari debat Capres beberapa hari lalu, dimana Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo tengah melangsungkan debat ketiganya di Istora Senayan.
Alangkah mengejutkannya ketika panggung yang seharusnya dikuasai Prabowo justru jatuh ke tangan Ganjar. Panggung yang sejatinya menjadi tempat Prabowo untuk menunjukkan kebolehannya kepada publik mengenai sistem pertahanan, keamanan, hubungan internasional sampai geopolitik yang sudah menjadi ranahnya selama ini malah zonk.
Pasti banyak publik dan mayoritas rakyat di luar sana berekspektasi jika Prabowo akan menjadi bintangya, karena semua tema perdebatan itu menguntungkan dirinya. Tapi realitanya Ganjar lah pemenang sebenarnya, dia lah βπππ§ π¨π ππ‘π πππππ‘β sesungguhnya. Sedangkan Prabowo? Dirinya mati kutu dan hanya menjawab sekenanya saja.
Tapi aku tercengang dengan penggiringan opini timses Prabowo saat mengetahui bahwa jagoannya kalah debat secara telak. Mereka tak kehabisan ide untuk membangun narasi agar menciptakan keyakinan di hati publik, bahwa Prabowo lelaki tua yang di erang habis-habisan oleh anak muda tak bermoral dan minim etika.









