Selain itu, Kapolri menegaskan bahwa dalam pelaksanaan Lomba Mural ini para seniman juga diberikan kebebasan dalam berekspresi memberikan kritikan terhadap institusi Polri, hal ini membuktikan Institusi Polri yang tidak antikritik dan menghormati kebebasan berekspresi.
“Korps Bhayangkara bukanlah lembaga anti kritik dan akan menampung semua masukan masyarakat”, tegasnya.
Dengan adanya kritikan terhadap institusi Polri, diharapkan masyarakat bisa memberikan gambaran kepada instansi Polri tetang bagaimana presepsi masyarakat terkait Polri, sehingga Polri setiap hari bisa berbenah memperbaiki institusi dan memperbaiki personil-personilnya.
Sementara itu Kabidhumas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Adip Rojikan, S.I.K., M.H, saat dikonfirmasi terkait kegiatan tersebut menjelaskan bahwa, untuk Wilayah Polda Maluku Utara dalam pelaksanaan Lomba Mural ini diikuti oleh 10 Tim dengan masing-masing tim terdiri dari 2 orang, selain itu Polda Maluku Utara juga mengirimkan 1 Tim Perwakilan untuk memperebutkan Piala Kapolri di Jakarta.
“Dari 10 Tim peserta tingkat Polda yang mengikuti lomba, kita pilih 3 Terbaik yang di tentukan sebagai pemenang Lomba Bhayangkara Mural Festival 2021”, katanya, seperti dikutip, Ahad (31/10/2021).




