Terkait Tudingan Gunakan Speed untuk Kepentingan Pribadi, Kapus Bajo Sangkuan: Itu Tidak Benar

oleh -500 views
Link Banner

Porostimur.com – Labuha: Terkait tudingan menggunakan fasilatas Puskesmas secara pribadi dianggap keliru. Hal itu disampaikan Kepala Puskesmas Bajo Sangkuang, Aminah Albaar, SKM, M.Kes melalui pesan WhatsApp kepada porostimur.com, Ahad (31/10/2021).

Menurut Amina Albaar, tuduhan dirinya menggunakan speedboatpeedboat Puskesmas untuk kepentingan pribadi tidaklah benar. “Saya ini baru bertugas kurang lebih tiga minggu dan saya belum pernah mengggunakan speedboat untuk urusan pribadi,” tutur Amina.

“Hampir setiap hari speedboat tersebut digunakan untuk jemput tim Covid guna melaksanakan vaksinasi. Speedboat tiap hari bolak balik jemput tim covid,” imbuhnya.

Ia menambahkan soal pasien sakit ada keterlambatan informasi dari petugas di desa dan pada saat itu dirinya telah bersama dengan rombongan tim covid menggunakan speedboat ke lokasi vaksinasi.

“Sebelumnya terima kasih kepada masyarakat Pasimbaos yang sudah naikkan berita bahwa saya pakai speedboat secara pribadi, dan bilang saya bentak masyarakat. Semoga Allah luruskan ngoni punya lidah, kase terang ngoni punya pendengaran,” ujar Aminah.

Baca Juga  Tiga Tahun Kasus Sayoang-Yaba Menguap, Mahasiswa Demo Kejagung

“Motoris itu orang bajo silahkan tanya kapan kapus gunakan speedboat secara pribadi. Karena dalam perjalanan lanjut menuju Desa Prapakanda, saya dapat informasi ada pasien mau dirujuk, dan pada saat itu saya lebih memilih balik jemput pasien untuk dirujuk sebelum kita lanjutkan perjalanan menuju lokasi vaksinasi bersama tim Covid”, jelasnya.

Aminah mengaku memang dirinya membatasi keluarga yang ikut karena speedboat sudah full, sebab di dalamnya ada tim Covid.

XDan pada saat itu pula, ada keluarga yang ikut serta saya punya petugas juga yang ikut bawa pasien sampai ke RSUD Marabose, dan Alhamdulillah pasien tertangani kembali dengan menuju Labuha,” tukas Albaar.

Baca Juga  Sering Terjadi Guncangan, BMKG Sebut Ada Tumbukan 3 Lempeng Aktif di Titik Gempa Ternate

“Pada prinsipnya saya sudah jemput pasien bersama petugas dan perwakilan keluarga juga ikut antar sampai di RS serta dapat tertangani dengan selamat. Andai kalau saya terlambat ambil langkah dan pasien meninggal saya pribadi tak akan maafkan saya punya diri,” cetusnya.

Selain itu, menurut Aminah saat turun ke speedboat ada ibu-ibu yang teriak keluarga ikut body pemdes bahkan teriaknya kuat skali dan berulang suaranya pun sangat besar terdengar dan itu bukan saya yang teriak”.

Ia menambahakan dari foto yang ditampilkan media ini pada pemberitaan sebelumnya, Aminah mengaku lebih memilih pasien dan keluarga untuk duduk di dalam sementara dirinya bersama sebagian petugas memilih berpanas-panasan di luar guna mementingkan keselamatan pasien dan kelurga serta sebagain petugas yang ikut merujuk.

Baca Juga  Komisi III DPR RI Kunker ke Polda Maluku, Ini Harapan Kapolda

Aminah bilang tak ada artinya saling memberikan klarifikasi yang lebih tahu hanya Allah dari ketulusan pelayanan yang dapat diberikan.

“Karena saya yakin dan percaya pengadilan dunia tak seadil pengadilan akhirat dan mari bersama, sesama manusia torang berbenah diri karena pada akhirnya smua akan sirna. Dan
Semoga Allah mengampuni dan meridhai langkah kita, aminn “, ucap Amina Albar melalui via WhatsApp. (adhy)

No More Posts Available.

No more pages to load.