1,1 Miliar Penduduk Dunia Hidup dalam Kemiskinan Akut

oleh -63 views
Dua orang anak bermain di depan rumahnya di kampung nelayan Pabean udik, Indramayu, Jawa Barat, Minggu (19/6/2022). Pemerintah menargetkan penurunan angka kemiskinan ekstrem hingga nol persen di 212 kabupaten/kota pada tahun 2024 seiring dengan dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres) nomor 4 tahun 2022 tentang percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/nym.

Laporan itu menggemakan temuan tahun lalu bahwa 1,1 miliar dari 6,1 miliar orang di 110 negara menghadapi kemiskinan multidimensi yang ekstrem.

Makalah hari Kamis menunjukkan bahwa sekitar 584 juta orang di bawah 18 tahun mengalami kemiskinan ekstrem, yang mencakup 27,9 persen anak-anak di seluruh dunia, dengan 13,5 persen orang dewasa.
 

Laporan itu juga menunjukkan bahwa 83,2 persen orang termiskin di dunia tinggal di Afrika Sub-Sahara dan Asia Selatan.

Sabina Alkire, direktur OPHI, mengatakan bahwa konflik telah menghambat upaya pengurangan kemiskinan.

“Pada tingkat tertentu, temuan ini intuitif. Namun yang mengejutkan kami adalah besarnya orang yang berjuang untuk menjalani kehidupan yang layak dan pada saat yang sama takut akan keselamatan mereka, jumahnya 455 juta orang,” katanya.

Baca Juga  Lantik 59 Kepala Sekolah, Wali Kota Ambon Tegaskan Merit System dan Larangan Pungli

“Ini menunjukkan tantangan yang nyata tetapi tidak dapat dihindari bagi masyarakat internasional untuk fokus pada pengurangan kemiskinan dan membina perdamaian, sehingga perdamaian yang terjadi benar-benar bertahan lama,” tambah Alkire.

India merupakan negara dengan jumlah penduduk paling banyak yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, yang berdampak pada 234 juta dari 1,4 miliar penduduknya.

Kemudian diikuti oleh Pakistan, Etiopia, Nigeria, dan Republik Demokratik Kongo. Kelima negara tersebut mencakup hampir separuh dari 1,1 miliar penduduk miskin.