Tragedi Yuvi Cileunyi

oleh -1 views

Oleh: Ahmadie Thaha, Kolumnis

Konon cinta adalah jalan pulang. Tetapi bagi Yuvita Tri Rezeki, seorang perempuan Sunda berusia 29 tahun dari Bandung, cinta justru berubah menjadi lorong gelap yang tak berujung.

Bermula dari sebuah konser musik di Tritan Point, Kota Bandung, tahun 2023. Di sana Yuvi yang lulusan perguruan tinggi itu bertemu Taufik Hidayat. Barangkali seperti ribuan kisah cinta lain yang lahir dari dentuman musik dan kerlap-kerlip lampu panggung, semuanya tampak biasa.

Tidak ada yang menduga bahwa pertemuan itu akan menjadi pintu masuk menuju salah satu tragedi kemanusiaan paling mengerikan yang mengguncang Jawa Barat beberapa tahun terakhir.

Kisah itu bermula sederhana. Setelah berkenalan, hubungan mereka berlanjut. Taufik bahkan sempat datang ke rumah orang tua si moyang Priyangan di Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Baca Juga  Argentina, Prancis, dan Norwegia Susul Tiga Tim Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Namun sesudah itu, jejak korban perlahan menghilang. Telepon tak aktif. Pesan tak terbalas. Keluarga kehilangan kontak. Tiga tahun lamanya.

Tiga tahun adalah waktu yang cukup untuk seorang anak menyelesaikan sekolah menengah, cukup untuk sebuah pemerintahan berganti kebijakan, cukup untuk sebuah bangunan berdiri. Tetapi bagi keluarga korban, tiga tahun itu adalah musim penantian yang tak pernah selesai.

No More Posts Available.

No more pages to load.