Kopi Dabe dan Taburan Rempah

oleh -18 Dilihat

Hingga kini, kopi dabe memberi dampak yang sangat besar karena sudah dibuat dalam bentuk produk. Salah contoh, teman saya, Siti Rahayu. Ia adalah penjaga sentra rumah oleh-oleh di pantai Tugulufa yang sedang menjual produk kopi dabe hasil buatannya sendiri. Menurutnya, produk kopi dabe ini paling laris ketika dipasarkan di luar negeri.

“Kalau per bulan, ia mendapat keuntungan hingga 12 juta,”singkatnya.
Bahkan ada salah satu guru di Madrasah Nurul Huda Dowora, Hadinda Usman yang telah mengembangkan kopi dabe dalam bentuk bubuk dan menjadi produk. Kopi dabe tersebut diberikan nama”Coffe Rampah Marasai” dengan menjual seharga 30-40 ribu per bungkus.
Coffe Rampah Marasai saat ini, sudah dipasarkan di berbagai daerah di Provinsi Maluku Utara, bahkan di luar Maluku Utara. Dari catatan hasil konsumen yang mereka beli kopi rampah diracik dengan rempah-rempah ini memberi tanggapan positif. Dikarenakan, masih temukan kopi local yang dibuat khas sebagai bentuk pengembangan UMKM di Tidore.

Baca Juga  Bupati Aru Canangkan Cek Kesehatan Gratis, 1.344 Warga Terdeteksi Hipertensi

Dalam satu tulisan “Kopi dan Anak Muda Maluku Utara” yang ditulis oleh Arafik A Rahman (penulis Buku jejak Moratai: Perang Pasifik, Pemekaran dan Pembangunan) mengarahkan kita memahami asal mula kopi pada link https://www.babelinsight.id/conten/read/135/di-balik-kenikmatan-secangkir-kopi).

No More Posts Available.

No more pages to load.