2 hari hilang, jasad Udin ditemukan terperangkap jaring

oleh -46 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Sejak menghilang saat sedang menyelam dan memanah ikan di pantai Dusun Wailei, jasad tubuh warga Waiheru, Udin Ode, akhirnya ditemukan nelayan di perairan Desa Pelauw, Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Minggu (6/1), sekitar pukul 04.00 Wit.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan dari tubuh kepolisian setempat, menyebutkan Udin Ode berangkat melaut bersama dua kerabatnya, Karim (38) dan Sam ((38), Jumat (4/1), sekitar pukul 20.00 Wit.

Ketiganya berencana memanah ikan di perairan Dusun Wailei, Desa Latu, Kecamatan Kairatu Timur, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Sesuai keterangan Karim, setibanya di Dusun Wailei, ketiganya pergi menangkap ikan di pesisir pantai, sekitar pukul 19.00 Wit.

Saat itu, Udin Ode langsung menyelam sementara kedua kerabatnya menunggu di tepi pantai sejauh kurang lebih 30 meter dari lokasi Udin Ode menyelam.

Baca Juga  Ramalan Cuaca Ambon Hari Ini, Selasa 21 Juli 2020

Selang sejam kemudian, kedua kerabatnya yang merasa sudah terlalu lama, kemudian berteriak dan mencarinya kemana-mana, namun tidak menemukannya.

Apalagi, saat itu keduanya pun tidak mendengar suara balasan dari Udfin Ode, maupun sina senter yang digunakannya untuk menyelam.

Tak ayal , keduanya pun meminta pertolongan warga Dusun Wailei untuk membantu mencari Udn Ode.

Jasad Udin Ode ini baru diketemukan tatkala nelayan jaring Marasina dari Negeri Pelauw, Kecamatan Haruku, Kabupaten Malteng, sedang melaut di perairan antara Pulau Haruku dan Pulau Seram, Minggu (6/1), sekitar pukul 04.00 Wit.

Bodi jaring marasina ini milik warga Pelauw, Shril Tuasikal dan dikemudikan Hasan Ali Angkotasan.

Saat bodi jaring ini hendak menuju ke sero yang berada di perairan Pulau Seram dan hendak mengambil ikan di sekitar lokasi dimaksud, bodi inilah yang kemudian menemukan jasad terapung.

Baca Juga  Kampanye Zona Satu di Desa Kampung Makian, Ini Penyampaian Paslon No Urut Dua

Ketika sedang melintasi perairan dimaksud, salah satu nelayan, Amir Tuasikal, menyinari bagian haluan untuk melihat berih atau tidaknya jalur lintasan yang akan dilalui bodi.

Saat itulah Tuasikal melihat sesosok mayat namun dikiranya bongkahan kayu terapung.

Ketika sudah semakin mendekat dengan kotoran yang dikiranya onggokan sampah kayu, ia pun akhirnya sadar bahwa yang dilihatnya adalah sesosok mayat laki-laki.

Setelah memastikan bahwa yang ditemukan di tengah laut ini adalah mayat laki-laki, rombongan nelayan ini pun kemudian meangkut dan membawa jasad dimaksud ke Negeri Pelauw, serta melaporkannya kepada pihak yang berwenang.

Setelah menerima laporan ini, baik pihak kepolisian dan keluarga Udin Ode pun mendatangi lokasi dimana jasad Udin Ode dievakuasi di Negeri Pelauw.

Baca Juga  Polda Maluku siap tindak tegas keterlibatan aparat di Gunung Botak

Sementara pihak keluarga menyatakan menerima kematian Udin Ode sebagai musibah dan menolak dilakukannya autopsi atas Udin Ode. (keket)