Deretan Masalah PT Position, Inspektur Tambang dan Pemerintah Diam Membisu

oleh -156 views

Porostimur.com, Ternate – Deru alat berat tak kunjung berhenti. Gunung-gunung di Halmahera Timur terus dilukai, sungai keruh mengalir hingga ke kebun dan halaman rumah warga, sementara suara rakyat dibungkam dengan jeruji besi. Semua ini bermula dari satu nama: PT Position.

Perusahaan tambang nikel itu beroperasi di atas tanah adat milik masyarakat Maba Sangaji, namun alih-alih membawa kesejahteraan, kehadirannya justru menimbulkan luka ekologis, sosial, dan budaya. Lebih menyakitkan lagi, negara tampak absen diam membisu saat masyarakat menjerit.

Tanah Dirampas, Air Tercemar

Menurut warga, sejak kehadiran PT Position, banyak kebun tradisional rusak dan mata air mengering. Sungai yang dulunya jernih kini menjadi keruh dan berlumpur. Anak-anak tak lagi bisa mandi di sungai. Beberapa warga bahkan mengalami gangguan kulit akibat tercemarnya air.

Baca Juga  YPKIM Bongkar Rapuhnya Perlindungan Konsumen Sektor Keuangan: Dari Bank, Asuransi hingga Pinjol

“Kami tidak pernah memberikan izin adat. Mereka masuk begitu saja, langsung buka jalan dan gali tanah kami,” ujar seorang tokoh adat Maba Sangaji yang enggan disebut namanya karena alasan keamanan.

Investigasi sejumlah lembaga masyarakat sipil seperti Jatam Maluku Utara dan LPP Tipikor menemukan bahwa PT Position beroperasi di atas wilayah adat tanpa proses FPIC (Free, Prior, and Informed Consent), prinsip yang seharusnya menjadi standar dalam setiap investasi di wilayah adat.

No More Posts Available.

No more pages to load.