Porostimur.com, Washington — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim tiga kapal perang Angkatan Laut AS diserang oleh Iran saat melintasi Selat Hormuz, Kamis (7/5/2026). Meski demikian, ia memastikan tidak ada kerusakan pada kapal-kapal tersebut.
“Tiga kapal perusak Amerika kelas dunia baru saja melintasi Selat Hormuz dengan sangat sukses, di bawah tembakan. Tidak ada kerusakan,” tulis Trump melalui platform Truth Social, Jumat (8/5/2026).
Trump bahkan menyebut serangan Iran berhasil dipatahkan, dengan rudal dan drone yang ditembakkan berhasil dihancurkan di udara. Ia juga melontarkan peringatan keras kepada Teheran agar segera menyepakati kesepakatan yang diajukan Washington.
“Kami akan menghancurkan mereka jauh lebih keras jika mereka tidak menandatangani kesepakatan,” tegasnya.
Klaim Berlawanan dari Iran
Di sisi lain, pihak Iran melalui Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyampaikan versi berbeda. Mereka mengklaim telah melancarkan operasi gabungan besar yang memaksa kapal-kapal perang AS mundur dari wilayah tersebut.
Menurut pernyataan resmi yang disiarkan media pemerintah Iran, serangan itu melibatkan rudal balistik anti-kapal, rudal jelajah, serta drone tempur.
“Menghadapi daya tembak Iran yang dahsyat, tiga kapal musuh segera meninggalkan wilayah Selat Hormuz,” demikian pernyataan IRGC.










