“Tentu saja kami bangga karena bisa membantu memeriahkan event FPMK. Semoga semua undangan dan masyarakat yang hadir dapat terhibur dengan suguhan kami,” tambahnya.
Sementara itu, Dewina Warawarin (9), salah satu peserta, mengaku senang bisa ikut menari bersama teman-temannya.
“Senang sekali bisa ikut goyang Meti Kei. Latihannya memang singkat, tapi puji Tuhan kami bisa tampil maksimal,” ucapnya sambil tersenyum.
Perlombaan Seru, Peserta dari Berbagai Daerah
Usai penampilan para siswa, Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun secara resmi membuka lomba Dragon Boat FPMK 2025, didampingi unsur Forkopimda.
Perlombaan langsung diawali dengan race pertama yang mempertemukan empat tim:
- Lintasan 1: Perahu hijau dari Nen Dit Sakmas, Ohoi Wain
- Lintasan 2: Perahu biru, Cahaya Utara Langgiar Haar
- Lintasan 3: Perahu merah, Soinrat
- Lintasan 4: Perahu kuning, Kei Besar Selatan 2 Nerong, Larat
Hasilnya, Cahaya Utara Langgiar Haar berhasil memenangi race perdana dengan catatan waktu 2 menit 16 detik.
Total terdapat 32 tim yang mengikuti lomba Dragon Boat tahun ini, dengan jarak tempuh 500 meter. Menariknya, salah satu tim peserta datang jauh-jauh dari Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, demi ambil bagian dalam ajang kebanggaan masyarakat Kei ini.
Festival Pesona Meti Kei 2025 kembali menjadi ruang ekspresi budaya dan sportivitas yang mempersatukan masyarakat kepulauan Kei, sekaligus menjadi magnet pariwisata unggulan di Maluku Tenggara. (Vera Renyaan)









