4 Fakta Kerusuhan di Minneapolis, Salah Satunya Rakyat AS Sudah Marah Besar

oleh -330 views
Kebijakan Donald Trump menangani demonstrasi yang berujung pada kerusuhan di Menneapolis membuat rakyat AS marah. Foto/X/@iamAtheistGirl

Michael Pretti mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa putranya “sangat kesal dengan apa yang terjadi di Minneapolis dan di seluruh Amerika Serikat” dengan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) dan telah ikut serta dalam protes terhadap penggerebekan imigrasi.

“Dia pikir itu mengerikan, Anda tahu, penculikan anak-anak, hanya menangkap orang-orang di jalanan. Dia peduli pada orang-orang itu, dan dia tahu itu salah, jadi dia ikut serta dalam protes,” kata Pretti senior.

Keluarga tersebut mengatakan kepada AP bahwa Pretti belajar di Universitas Minnesota, lulus pada tahun 2011 dengan gelar sarjana di bidang biologi, masyarakat, dan lingkungan. Mereka mengatakan dia bekerja sebagai ilmuwan peneliti sebelum kembali ke sekolah untuk menjadi perawat terdaftar.

Baca Juga  KPK Usut Amplop Putih Menhut Raja Juli, Pengamat: Ada Dasar Hukum Menjeratnya

Hingga Sabtu malam, keluarga tersebut mengatakan mereka masih belum menerima kabar dari siapa pun di lembaga penegak hukum federal tentang kematian putra mereka.

Dalam pernyataan mereka, keluarga tersebut mengecam klaim pemerintahan Trump bahwa putra mereka telah menyerang petugas yang menembaknya. “Kebohongan menjijikkan yang diceritakan tentang putra kami oleh pemerintah sangat tercela dan menjijikkan,” kata mereka.

Keluarga tersebut menambahkan bahwa video menunjukkan Pretti tidak memegang senjata ketika agen federal menangkapnya, tetapi memegang teleponnya dengan satu tangan dan menggunakan tangan lainnya untuk melindungi seorang wanita yang disemprot merica.

No More Posts Available.

No more pages to load.