Porostimur.com, Kiev – Sebanyak 400 pejuang dari Inggris masih bertahan membantu tentara Ukraina mengusir pasukan Vladimir Putin.
Para pejuang itu berusaha mempertahankan Kota Kiev tidak jatuh pada pasukan Kremlin. Mereka berjaga di perbatasan dengan memanfaatkan parit gaya Perang Dunia Kedua.
Dibantu sukarelawan penduduk setempat, pejuang Inggris dan tentara Ukraina berhasil memukul mundur pasukan Rusia.
Tentara Rusia dibuat putus asa karena adanya perlawanan sengit. Ketika kehabisan amunisi, pasokan makanan dan bahan bakar, pasukan Rusia akhirnya memilih mundur ke Belarus.
Seorang pejuang Inggris berusia 22 tahun, yang menyebut namanya sebagai Niall, mengatakan kepada The Sun: “Saya di sini untuk mempertahankan tempat yang telah menyambut saya.”
“Ini seperti rumah. Saya berencana pindah ke sini. Saya siap bertarung dan saya siap mati jika itu yang diperlukan,” tutur Niall.
Rob, seorang kakek berusia 61 tahun dari Skotlandia, berkata: “Ini adalah perjuangan semua orang. Putin tidak akan berhenti di sini.”
“Jika mereka datang ke kota, kami membuatnya susah dan sesulit kehidupan yang pernah mereka alami,” ucap Rob.
“Mereka bisa datang ke kota, tetapi mereka tidak akan pernah menempatinya. Mereka seperti Orc Lord of the Rings yang mencoba menyerang Middle Earth,” ujar Rob.




