5 Dampak Pascatambang di Pulau Halmahera: Warisan Luka dari Aktivitas Tambang

oleh -0 Dilihat
Foto udara permukiman warga yang terendam banjir di Desa Lukulamo, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Rabu (24/07)

“Kami tidak minta banyak. Hanya ingin tanah kami pulih. Kami ingin hidup seperti dulu.” – Tokoh adat, Halmahera Tengah.

Seruan Keadilan dan Restorasi

Masyarakat adat, petani, dan nelayan kini mulai bersuara menuntut keadilan ekologis. Mereka meminta agar negara meninjau kembali model ekstraksi sumber daya di pulau-pulau besar seperti Halmahera dan mendorong restorasi ekologis sebagai prioritas utama ke depan.

“Kami tidak anti pembangunan. Tapi jangan tinggalkan kami dengan tanah mati dan air racun,” tegas seorang tokoh adat di Halmahera Selatan. (Tim)

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.