Hal demikian juga berlaku dalam hubungannya dengan rezeki, hubungan antara kita sebagai hamba dan Allah sebagai pemberi rezeki. Allah Swt. berfirman dalam surah Fatir ayat 3:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْۗ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللّٰهِ يَرْزُقُكُمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِۗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۖ فَاَنّٰى تُؤْفَكُوْنَ
Artinya: “Wahai manusia, ingatlah nikmat Allah kepadamu! Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan selain Dia. Lalu, bagaimana kamu dapat dipalingkan (dari ketauhidan)?”
2. Melupakan Orang Tua
Pepatah “kacang lupa kulit” terasa pas untuk mengawali dosa yang menjadi penghambat rezeki dalam rumah tangga ini. Pepatah ini menggambarkan bagaimana seseorang melupakan latar belakangnya atau melupakan seseorang yang telah berjasa padanya.
Sementara kita tahu, bahwa sampai kapan pun kita tidak akan pernah mampu membalas jasa kedua orangtua. Orang tua merupakan salah pintu bagi anak. Bahkan ketika anak telah dewasa dan membina keluarganya sendiri, keberadaan orang tua tidak dapat disingkirkan. Allah Swt berfirman dalam surah Luqman ayat 14:
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ









