Dalam suatu kesempatan, Rasulullah SAW mengingatkan betapa bahayanya perempuan jika tidak dikontrol. Beliau bersabda, “Sesungguhnya orang yang selalu melakukan kefasikan adalah penghuni neraka.”
“Wahai Rasulullah, siapakah orang selalu berbuat fasik itu?” tanya salah seorang sahabat.
“Para wanita.” Jawab Nabi SAW.
“Bukankah mereka itu ibu-ibu kita, sadari-saudari kita, istri-istri kita?” tanya sahabat lagi.
“Benar. Akan tetapi, apabila mereka diberi sesuatu, mereka tidak bersyukur. Apabila mereka ditimpa ujian (musibah), mereka tidak bersabar,” jawab Rasulullah SAW.
Dari bahaya perempuan yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam hadits di atas, maka suami berhak tahu dan wajib mengetahui atas segala perilaku istrinya. Terutama tentang syukur dan sabar.
5. Tidak Menghormati Tamu
Setiap rumah tangga wajib menghormati tamu. Bukan semata-mata mengharap rezeki, menghormati tamu adalah cara mereka berperilaku sosial sebagaimana ajaran Islam.
Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu ciri dari rumah yang mendatangkan rezeki adalah senantiasa didatangi tamu karena kelapangan hati pemiliknya.
Saking penting menyambut dan memuliakan tamu, Rasulullah SAW bersabda:
“Tamu datang pada kalian dengan membawa rezeki.” (HR. Muslim)
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, “Tamu datang dengan membawa rezekinya dan pergi dengan menghapus dosa-dosa kalian dan Allah menghapus dari dosanya dan dosa-dosa kalian.” (HR. Abu Syaikh).









