5 Lagu tentang Munir yang Dibunuh 17 Tahun Lalu

oleh -25 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Kematian aktivis pembela Hak Azasi Manusia (HAM), Munir Said Thalib sudah berlalu 17 tahun lalu. Tepat 7 September 2004, Munir tewas di pesawat yang ditumpanginya dalam perjalanan ke Amsterdam, Belanda setelah minumannya diracuni arsenik.

Kematian pria kelahiran Malang tahun 1965 masih jadi tanda tanya. Apalagi otak pembunuhannya belum terungkap.

Pollycarpus Budhari Prijanto, mantan pilot Garuda yang sebelumnya divonis 14 tahun penjara dinyatakan bebas murni pada Agustus 2018. Begitu juga Muchdi PR yang dinyatakan tak bersalah pada 2008. 

Kematiannya masih terus dibicarakan hingga kini. Bahkan beberapa musisi atau band terinspirasi membuat lagu tentangnya. Berikut 5 lagu yang dilansir dari IDN Times tentang Munir.

1. Di Udara- Efek Rumah Kaca

Efek Rumah kaca adalah salah satu band yang ikut memperjuangkan keadilan untuk Munir. Beberapa kali mereka juga ikut mentas pada aksi Kamisan di depan istana.

Baca Juga  Aksi Mangente Bersih Laut dan Pesisir Pantai Warnai Peringatan HUT TNI ke 74

Salah satu lagunya juga diperuntukkan untuk Munir. “Kubisa tenggelam di lautan, aku bisa diracun di udara.” Begitulah sepenggal lirik lagu “Udara” dari ERK.

Lagu itu masuk dalam album pertama ERK tahun 2007.

2. Rima Ababil-Homicide

Homicide adalah salah satu band hiphop underground yang selalu menyuarakan kritik-kritik lewat lagunya. Lahir sejak 1994, Homicide tampil berbeda dengan lirik-lirik cadas dan berbahaya. Termasuk lagu Rima Ababil.

Lagu ini dirilis dalam mini album bertajuk “Barisan Nisan” tahun 2005. Tepat setahun setelah kematian Munir. Bahkan masuk kompilasi THC bersama band-band luar Indonesia. Bahkan orasi Munir jadi intro dalam lagu tersebut.

“Mereka berebut kuasa, mereka menenteng senjata, mereka menembak rakyat, kemudian mereka bersembunyi di balik ketek kekuasaan. Apa kita biarkan mereka untuk gagah? Saya kira tidak. Mereka gagal untuk gagah. Mereka hanya ganti baju tapi dalam tubuh mereka adalah sebuah kehinaan. Sesuatu yang tidak bertanggung jawab. Sesuatu yang mereka bayar sampai titik mana pun.”

3. Pulanglah- Iwan Fals

Bukan Iwan Fals namanya jika tak menyuarakan kritik sosial lewat lagunya. Iwan Fals juga beberapa kali mempersembahkan lagu untuk pahlawan tanah air. Seperti Bung Hatta, Bung Karno dan lainnya.

Baca Juga  Rivai Umar Ajak Masyarakat Makayoa Pilih Usman-Bassam

Lagu Pulanglah dipersembahkan Iwan Fals untuk Munir yang selalu berani memperjuangkan HAM.

Keberanianmu mengilhami jutaan hati kecerdasan dan kesederhanaanmu jadi impian.” Itulah sepenggal lirik dari lagu pulanglah.

4. Refuse to Forget-Navicula

Navicula adalah band grunge asal Bali yang juga selalu menyuarakan isu-isu sosial lewat lagunya. Refuse to Forget alias menolak lupa memang diciptakan untuk menghormati sosok Munir dan menyindir pemerintah untuk menuntaskan kasus yang tak pernah terungkap ini.

Terlihat dari judul lagu yang diselipkan (tribute to Munir). Selain itu juga video klip yang menampilkan foto orang-orang berkaos putih dengan wajah Munir dan tulisan “Menolak Lupa”. Lagu Refuse to Forget masuk album Love Bombp tahun 2013.

Baca Juga  Danlantal IX Hadiri Upacara HUT ke 75 Provinsi Maluku

5. Kebenaran akan Terus Hidup- Merah Bercerita

Merah Bercerita adalah band indie dari Fajar Merah, putra dari Widji Tukul. Ia adalah aktivis yang juga hilang dan hingga kini tak diketahui nasibnya. Lagu ini selain dipersembahkan untuk Munir, juga sang Ayah.

Puisi-puisi dari sang ayah Widji Tukul kerap menjadi lirik lagu dari Merah Bercerita. 

Karena kebenaran akan terus hidup
Sekali pun kau lenyapkan
Kebenaran takkan mati
Aku akan tetap ada dan berlipat ganda
Siapkan barisan dan siap ‘tuk melawan
Aku akan tetap ada dan berlipat ganda
Akan terus memburumu seperti kutukan.

(red/idn-times)

No More Posts Available.

No more pages to load.