Bocoran Reshuffle Kabinet Jokowi Beredar, Bahlil dan Airlangga Terancam?

oleh -162 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Isu reshuffle kabinet Indonesia Maju semakin santer belakangan ini.

Bahkan, perombakan kabinet Joko Widodo (Jokowi) – Maruf Amin ini akan berlangsung September hingga Oktober 2021 mendatang.

Isu reshuffle mencuat setelah Partai Amanat Nasional menyatakan mendukung pemerintahan.

Jokowi disebut sedang menimbang-nimbang tokoh yang akan dipilih menjadi pembantu Presiden nanti.

“Info yang kita dapat dalam waktu dekat sih (reshuffle kabinet), tapi paling lambat ya Oktober ini,” kata Ketua relawan Jokowi Mania (Joman) Imanuel Ebenezer melansir Kompas TV, Rabu (8/9/2021).

Imanuel sendiri mengaku mendukung Jokowi untuk segera melakukan perombakan Kabinet Indonesia Maju bagi menteri-menteri yang berkinerja kurang maksimal.

“Jangan gambling (berjudi) kepada menteri yang berkinerja buruk. Jadi harapan kami, segera lah reshuffle kabinet,” ujar Immanuel.

Menteri Layak Diganti

Meski demikian, Immanuel tidak menjelaskan lebih lanjut siapa-siapa saja menteri yang layak diganti dari kursi Kabinet Indonesia Maju.

Baca Juga  Israel Juluki Presiden Terpilih Iran “Tukang Jagal Teheran”

Ia hanya memberi sindiran bahwa yang layak diganti adalah menteri yang menurutnya sering jalan-jalan ke luar negeri dan sibuk pasang baliho.

Seperti diketahui, Menteri Kabinet Indonesia Maju yang pernah bepergian ke luar negeri di tengah situasi pandemi Covid-19 adalah Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

Saat itu, bahkan Presiden Jokowi merespons dengan mengeluarkan larangan bepergian bagi menterinya kecuali untuk Menlu Retno Marsudi.

Sementara, menteri yang sibuk pasang baliho diduga kuat adalah Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto yang merangkap jabatan sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

“Kita lihat para pembantunya, yang satu sibuk jalan-jalan keluar negeri, yang satu sibuk pasang baliho, yang jelas tidak ada yang berkaitan dengan kerja-kerja yang selama ini digaungkan Presiden berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujarnya.

Baca Juga  Zulfahri Abdullah Ajak Warga Tolak Politik Uang di Pilkada Kepulauan Sula

Dalam pendapatnya, Immanuel menuturkan, seharusnya Kabinet Indonesia Maju diisi oleh sosok yang betul-betul mendukung Presiden Jokowi. Sehingga pada periode kedua ini, Presiden Jokowi bisa memberikan kebijakan yang terbaik bagi rakyat Indonesia.

“Karena periodik kedua ini jangan sampai presiden meninggalkan legacy (warisan) yang buruk,” tegasnya.

Jangan Politis tapi Berbasis Kinerja

Sementara itu, pengamat politik Yunarto Wijaya mengatakan bahwa apabila Presiden Joko Widodo ingin merombak kabinetnya, maka perlu dipastikan menteri yang akan dipilih bisa bekerja, dan bukan sekadar memasukkan menteri untuk memperbesar koalisi.

“Apabila terjadi reshuffle, jangan sampai hanya bersifat politik memasukkan kepentingan partai politik tertentu. Lakukanlah reshuffle berbasis kinerja,” kata Yunarto Wijaya.

Dia menegaskan, pemilihan menteri yang benar-benar bisa bekerja memang harus dipastikan, karena kondisi bangsa saat ini sedang sulit. Seperti diketahui, Indonesia sampai saat ini masih berjuang untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Baca Juga  Selama Vaksin Masih Tersedia, RSUP Leimena Siap Melakukan Vaksin Gratis

Selain itu, kata Yunarto, dalam melakukan perombakan kabinet, Presiden juga harus memiliki keberanian mengevaluasi kinerja menteri dari partai anggota koalisi yang lama.

Sehingga setelah perombakan dilakukan, kinerja pemerintahan menjadi lebih baik dan menjamin citra positif pemerintahan.

“Koalisi Tak Berkeringat”

Sebab menurut Yunarto, bukan tidak mungkin rencana masuknya Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai bagian dari pemerintahan justru bakal mendapat penolakan dari partai-partai lama yang sudah lebih dulu bergabung di pemerintahan.

Partai-partai politik lama belum tentu bisa menerima kehadiran anggota koalisi baru yang tidak “berkeringat” memenangkan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

(red/kompas.tv)