5 Pemain Keturunan Indonesia yang Bersinar di Eropa

oleh -46 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Sejumlah pemain keturunan Indonesia memiliki karier yang cemerlang di Eropa. Beranjak dari tim junior, pelan-pelan mereka mulai mendapat kesempatan di tim senior.

Pemain-pemain yang akan dibahas di bawah ini belum pernah membela tim senior negara lain. Karena itu jika tertarik, masih ada peluang bagi PSSI untuk memanggil mereka untuk memperkuat Timnas Indonesia. Lantas, siapa saja pemain yang dimaksud?

Berikut 5 pemain keturunan Indonesia yang bersinar di Eropa:

5. Jay Idzes (Go Ahead Eagles)

Jay Idzes

Jay Idzes merupakan gelandang Go Ahead Eagles berkebangsaan Belanda. Ia memiliki darah Indonesia sang ibu. Idzes memulai karier profesionalnya di FC Eindhoven. Pada musim panas 2020 lalu, pemain berpostur 1,9 meter tersebut memutuskan hijrah ke Go Ahead Eagles.

4. Lorenzo Raharing (PEC Zwolle U-21)

Lorenzo Raharing

Lorenzo Raharing merupakan pemain berkebangsaan Belanda yang diketahui memiliki keturunan Indonesia. Pemain berusia 18 tahun tersebut kini berperan sebagai winger kanan di klub asal Liga Belanda, PEC Zwolle U-21.

Baca Juga  Tim Gugus Tugas Kel. Jati Perumnas Serahkan Bantuan Sembako Kepada Keluarga Pasien Covid

Raharing merupakan salah satu pemain yang dapat bermain di berbagai posisi. Sebelumnya, pemain kelahiran 2003 tersebut sempat memiliki peran sebagai bek. Namun, kini Raharing lebih memantapkan dirinya sebagai winger kanan. Belum diketahui darah keturunan Indonesia Raharing berasal dari ibu atau ayahnya.

3. Justin Hubner (Wolverhampton Wanderers U-18)

Justin Hubner

Justin Hubner merupakan pemain berkebangsaan Belanda yang diketahui memiliki darah Indonesia. Pemain berusia 17 tahun tersebut kini membela klub Wolverhampton Wanderers U-18 sebagai bek tengah sejak awal 2020.

2. Sandy Walsh (KV Mechelen)

Sandy Walsh

Sandy Walsh yang kini mentas bersama klub kasta teratas Liga Belgia, KV Mechelen, biasa turun di posisi bek tengah dan fullback kanan. Dengan tinggi badannya yang menjulang yakni 186 sentimeter, Sandy Walsh bakal jadi senjata mematikan bagi Timnas Indonesia.

Baru-baru ini, Sandy Walsh mengaku sudah dhubungi pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Hal itu diungkap Sandy Walsh saat dihubungi akun Instagram @indofootballhd via direct Instagram

Baca Juga  Hari Ini Polda Maluku Vaksin 1.639 Orang di Tiga Tempat Berbeda

“Halo bro, apakah benar Anda diminta bergabung ke timnas Indonesia oleh Shin Tae-yong?,” tanya akun Instagram @indofootballhd.

“Hai teman, ya kami sudah berkontak tentang proses saya. Dia bertanya apakah saya ingin bergabung dan saya mengatakan kepadanya bahwa itu akan menjadi perasaan yang luar biasa untuk bergabung dengan Garuda (Timnas) Indonesia,” jawab Sandy Walsh.

1. Kevin Diks (FC Copenhagen)

Kevin Diks

Pemain yang satu ini bikin heboh netizen Indonesia. Sebab, Kevin Diks, resmi gabung klub raksasa Denmark yakni FC Copenhagen. Pemain yang biasa beroperasi sebagai fullback kanan ini dikontrak selama empat tahun, atau hingga 30 Juni 2025.

Lantas, kenapa Kevin Diks bisa sampai diboyong FC Copenhagen? Sekadar informasi, di musim 2020-2021, Kevin Diks membela klub kasta tertinggi Liga Denmark, Aarhus GF.

Saat itu, Kevin Diks berstatus pemain pinjaman dari salah satu kontestan Liga Italia, Fiorentina. Selama masa peminjaman, Kevin Diks tampil luar biasa. Meski berstatus pemain belakang, Kevin Diks juga aktif menyerang. Terbukti dari 30 penampilan di semua kompetisi, Kevin Diks mengoleksi delapan gol dan dua assist!

Baca Juga  Warga Indong Sesalkan Kinerja Kepala PLN Jiko, Akibat Listrik Padam Sebulan.

Berkat bantuan Kevin Diks, Aarhus GF finis di posisi empat Liga Denmark 2020-2021. Alhasil, mereka akan turun di babak playoff European Conference League 2021-2022.

Sekarang yang jadi pertanyaan, kenapa PSSI tidak menaturalisasi Kevin Diks? Sekjen PSSI, Yunus Nusi, mengatakan selama pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong belum memberikan rekomendasi, PSSI belum akan bergerak untuk menaturalisasi pemain.

“Naturalisasi itu kebutuhan tim yang direkomendasikan pelatih dan direktur Teknik. Bukan kebutuhan PSSI, pengamat atau netizen. Selama pelatih tidak memberikan rekomendasi, apa yang harus PSSI naturalisasi?,” kata Yunus Nusi.

(red/okezone)