Meminjam pikiran Buya Syafi’i Ma’arif mantan pimpinan Pusat Muhammadiah, kelahiran IMM ketika terjadi kemiskinan intelektual artinya bahwa IMM sebagai gerakan Intelektual harus mampu menjaga serta merawat basis intelektual dalam setiap pergerakannya.
Hari ini, tanggal 14 Maret 2022, IMM memasuki usia 58 Tahun, bukan hal yang mudah untuk sampai di tahap ini. Kerja keras, serta loyalitas yang tinggi setiap kader IMM dalam mengawal setiap agenda besar organisasi menjadikan IMM dapat berdiri kokoh dengan organisasi mahasiswa yang lain.
Kamatangan dalam berpikir kader IMM sudah pastinya tak dapat diragukan lagi soal pengetahuan intelektualnya, mampu menempatkan diri pada posisi paling depan dalam persoalan kebangsaan. Mampu mandiri, walau kadang diterpa gelombang kritikan dari alumni maupun para kadernya sendiri.
Semakin matang satu organisasi akan semakin banyak masalah yang akan dihadapi dalam organisasi. Untuk menunju kematangan satu organisasi butuh waktu yang panjang dalam melawati berbagai tantangan jaman. IMM telah Melawati berbagai fase, hingga berada pada fase kematangan.
Dalam kapal yang bernama Indonesia kita juga merupakan penumpang di antara penumpang yang lainnya. Hanya saja, kita bukan punumpang yang pasif, ataupun penumpang gelap, IMM telah banyak menciptakan sejarah masalah lalu baik itu sejarah politik, ekonomi maupun sosial.











