6 Tahun Upah Tak Dibayar, Para Pekerja Bongkar Rumah Adat Kandar

oleh -414 views

“Karena Sekdes meyakinkan kami, maka pekerjaan pun kami lanjutkan hingga rampung, namun setelah rumah adatnya jadi, Pemdes Kandar tak kunjung memenuhi janjinya.

Boas menjelaskan, sebagai kepala tukang dirinya membawahi lima orang pekerja, diantaranya Smit Luturmas (Pelayan), Arga Masela (Pelayan), Jek Rangkoratat (Pelayan) dan Erwin Luturmas (Pelayan), sementara satu anak buahnya mengundurkan diri.

Salah seorang pekerja bernama Erwin menambahkan, keempat orang pelayan itu selalu mendesak dirinya berulang kali agar berkoordinasi dan meminta untuk segera diselesaikan upah kerja mereka, namun tidak ada kepastian pembayaran hingga inspektorat daerah melakukan pemeriksaan terhadap sekdes dan bendahara hingga keluarnya Hasil Pemeriksaan (LHP).

“Setelah selesai pemeriksaan tim. Inspektorat daerah meminta kami, untuk bersabar karena pasti dibayarkan,”Kata Boas.

“Karena menunggu sudah terlalu lama sejak bangunan dikerjakan tahun 2018 dan desakan juga dari para pekerja untuk dibayarkan upah kerjanya, maka tidak ada jalan lain, selain membongkar bangunan rumah adat tersebut, pada tanggal 20 April 2023 lalu, agar bisa jadi masalah karena kami dianggap orang kecil yang tak bisa berbuat apa-apa,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.