3. Sulit tidur
Pexels.com/cottonbro studio
Ketika kamu sulit tidur dan sering terbangun di tengah malam, atau mengalami mimpi yang terasa sangat nyata, itu juga bisa menjadi tanda bahwa tubuh belum sepenuhnya rileks.Ketika seseorang berada dalam kondisi stres berkepanjangan, sistem saraf dapat tetap aktif bahkan saat tubuh seharusnya beristirahat. Akibatnya, pikiran menjadi sulit tenang dan tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar rileks.
4. Merasa jauh dari diri sendiri
Pexels.com/Agung Pratama
Apakah kamu pernah menjalani hari seperti biasa, tapi rasanya ada sesuatu yang berbeda? Kamu tetap bekerja, bertemu orang lain, dan melakukan berbagai aktivitas, tapi di dalam hati terasa kosong atau seperti hanya menjalani semuanya secara monoton.Perasaan seperti sulit memahami apa yang sebenarnya sedang dirasakan, tidak terlalu terhubung dengan emosi sendiri, atau bahkan merasa asing dengan diri sendiri bisa muncul setelah seseorang melewati pengalaman yang berat. Tanpa disadari, seseorang mungkin memilih untuk “mematikan” perasaannya agar tidak kembali berhadapan dengan rasa sakit yang pernah dialami.
5. Emosi terasa sangat kuat atau mati rasa
Pexels.com/Engin Akyurt
Luka masa lalu juga memengaruhi cara seseorang menghadapi emosi. Ada kalanya emosi terasa begitu kuat hingga sulit dikendalikan. Namun, ada pula kondisi ketika seseorang justru merasa tidak mampu merasakan apa pun.Kedua kondisi ini dapat menjadi respons tubuh ketika menghadapi tekanan emosional. Karena itu, penting untuk mulai mengenali emosi yang muncul tanpa langsung menyalahkan diri sendiri.










