2. Spanyol Kembali Menempati Grup H
Spanyol memulai perjuangan menuju gelar Piala Dunia 2010 dari grup H. La Roja ketika itu bersaing dengan Swiss, Honduras, dan Cile sebelum lolos sebagai juara grup.
Pada Piala Dunia 2026, Spanyol kembali ditempatkan pada grup H bersama Tanjung Verde, Arab Saudi, dan Uruguai. Tim asuhan Luis de la Fuente juga mengakhiri fase tersebut sebagai juara grup.
Perjalanannya tidak sama persis. Spanyol membuka edisi 2010 dengan kekalahan 0-1 dari Swiss, sedangkan pada 2026 mereka bermain imbang 0-0 melawan Cabo Verde.
Namun, kesamaan nama grup tetap menjadi salah satu hal yang dianggap menarik oleh pendukung La Roja.
3. Datang dengan Status Juara Eropa
Tim Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2010 tiba di Afrika Selatan sebagai juara Eropa. Mereka memenangi Euro 2008 setelah mengalahkan Jerman 1-0 melalui gol Fernando Torres pada pertandingan final.
Situasi serupa terjadi pada 2026. Spanyol datang ke Amerika Utara dengan menyandang status juara Euro 2024 setelah menundukkan Inggris 2-1 pada laga puncak di Berlin.
Spanyol kini berpeluang kembali mengawinkan gelar juara Eropa dan Piala Dunia dalam satu rangkaian generasi.
Keberhasilan pada final akan membuat skuad De la Fuente mengulangi pencapaian tim Vicente del Bosque yang menguasai sepak bola Eropa dan dunia pada periode 2008-2012.









