76 Tahun Indonesia Merdeka, 13 Ohoi di Kei Besar Selatan Barat Baru Nikmati Air Bersih

oleh -23 views
Link Banner

Porostimur.com | Langgur: Bukan hayalan atau mimpi, melainkan fakta. Bukan pula pepesan kosong, tapi janji yang menjadi sebuah realita. Apa yang menjadi harapan dan keinginan masyarakat Kei Besar Utara Barat, lambat-laun terjawab melalui visi dan misi MTHPB.

Semua itu tidak hadir dengan sendirinya, akan tetapi melalui usaha dan perjuangan, kita 13 Ohoi di Kecamatan Utara Barat telah menikmati air bersih selama 76 tahun bangsa ini merdeka.

Pernyataan ini disampaikan Buapti Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubu saat meresmikan penyulingan air laut menjadi air tawar di Ohoi Rahangiar, Kecamatan Kei Besar Selatan Barat, Maluku Tenggara, Sabtu (4/9/2021) kemarin.

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, (Forkopimda) turut hadir bersama bupati dalam pengresmian penyulingan air tersebut.

Begitu juga OPD dalam lingkup Pemda Malra diikut sertakan, sehingga ada program masyarakat yang bersentuhan dengan dinas terkait dapat segera ditindak lanjuti.

Baca Juga  Lokasi Rumput Laut di Malra Terpenuhi Unsur Sesuai Tata Ruang Bappeda

“Setelah dilantik menjadi bupati, ide untuk mengatasi kesulitan air bersih di 13 Ohoi Kecamatan Selatan Barat ini bagaimana, sehingga terinspirasi dari Kota Suci Mekkah dan referensi dari membaca sejumlah majalah yang menggunakan penyulingan air laut menjadi air tawar, berusaha kita wujudkan di sini,” terang Hanubun.

“Kini 13 Ohoi di Kecamatan Selatan Barat sudah bisa merasakan dan menikmati pemanfaatan teknologi penyulingan air laut menjadi air tawar,” imbuhnya.

Hanubun bilang, kecamatan ini dalam peta tercatat sebagai wilayah terluar, terdepan dan tertinggal, namun wilayah ini indah maka penduduknya juga harus indah.

“Pemda akan berusaha semaksimal mungkin bagi masyarakat, tetapi jika orang orangnya tidak menjaga maka semua itu sia-sia,” katanya.

Baca Juga  FSVA di Malra, Kadis DKPP Ajak Peserta Kunjungi Tempat Wisata dan Cicipi Kuliner Khas Kei

Proyek pembangunan air bersih ini menurutnya, menghabiskan dana Rp1.8 miliar. Proyek ini akan diaudit pada akhir tahun ini, namun yang lain semuanya telah di audit, sehingga ia mengajak para awak media untuk memberitakan kondisi yang sebenarnya.

Hanubun juga memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum agar kerja cerdas, dimana fasilitas penunjang seperti bak penampung yang sudah siap segera disambungkan pipa dan dialiri air untuk melayani masyarakat di 13 Ohoi ini.

Hanubun berharap, masyarakat tetap menjaga serta tetap merawatnya, agar digunakan demi kelangsungan seluruh masyarakat di 13 Ohoi ini. (saad)

No More Posts Available.

No more pages to load.