80 Tahun RI: Jokowi Vs Prabowo dalam Sorotan Budaya

oleh -402 views
Smith Alhadar

Ia dan para pembantunya bolak-balik ke Solo untuk meminta masukan dari Jokowi terkait kebijakan “strategis”. Aneh, pemimpin yang buruk dan gagal dimintai petunjuk oleh Prabowo yang dikenal cerdas, terbuka, dan rasional. Sikap Prabowo ini mungkin didasarkan pada keyakinan bahwa pengaruh Jokowi masih sangat kuat sehingga mencoleknya berpotensi membahayakan stabilitas pemerintahannya.

Akibat dari keharusan memperthanakan menteri-menteri dukungan Jokowi, Prabowo harus memperbesar kabinetnya meskipun hal ini bertentangan dengan kebijakan efisiensi yang digelorakannya. Bahkan, dengan meluaskan wajib pajak ke berbagai sektor yang juga menyasar orang kecil, Jokowi justru terlihat lebih baik daripada Prabowo.

Terlebih, di era Prabowo, utang negara bertambah, pengangguran meningkat,  kemiskinan meluas, dan korupsi makin merajalela. Sementara, program-program populis Prabowo, seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, dan Tiga Juta Perumahan Rakyat, semkain tidak populer karena tidak didasarkan pada realitas sosial dan pertimbangan yang rasional.

Baca Juga  Wacana Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 Ditolak, Gravina: Memalukan

Belum lagi kebijakan-kebijakan yang hina, seperti memblokir rekening dorman selama tiga tahun, menyita tanah milik rakyat yang tak digunakan selama dua tahun, dan menyerahkan data pribadi seluruh rakyat Indonesia kepada AS. Kita jadi bertanya-tanya: Inikah Prabowo yang patriotis, yang pedlu pada nasib rakyat kecil, dan mengadopsi pemikiran sosialisme ayahnya?

No More Posts Available.

No more pages to load.