Porostimur.com, Ambon – Jelang 25 April 2022, yang biasa dikenal dengan HUT Republik Maluku Selatan (RMS), seluruh Raja-raja se-Pulau Saparua Timur, yang tergabung dalam Latupati Saparua Timur, mendeklarasikan penolakan gerakan siparatis RMS.
Deklarasi yang berlangsung di Kantor Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Jumat (22/4/2022), secara lantang mereka menegaskan, penolakan terhadap siparatis RMS, dan akan tetap menjaga kesatuan dan persatuan NKRI.
Salah satu Latupati, yang adalah Raja Negeri Ihamahu, Agustinus Pattiiha bahkan menegaskan, bahwa RMS itu, adalah kelompok yang tidak puas dengan kebijakan dan keputusan di Negara ini.
“Selama dua Tahun menjadi Kepala Pemerintahan/Raja, sampai sekarang tidak ada apa-apa. Ini soal puas dengan tidak puas saja. Apakah dengan selembar kain kita bisa memisahkan NKRI, kan tidak mungkin. Aceh punya senjata, Papua juga, di Maluku ini tidak ada gerakan itu. Ini soal puas tidak puas saja. Kita yakin dan percaya. Bahkan saya berpikir, bahwa mestinya tidak lagi ada pengamanan soal 25 April. Dan saya pernah usulkan itu,”ujar Raja Ihamahu.
Dia bahkan mengajak semua pihak, untuk sama-sama berjuang demi Negeri ini, demi Daerah ini. Terutama soal rencana pembentukan LIN di Maluku. Dimana semuanya telah disuarakan, bahkan oleh perwakilan-perwakilan rakyat Mqluku di Senayan. Dengan itu, maka mari sama-sama berjuang untuk anak cucu kedepan.




