Porostimur.com, Jakarta – Avanza harus tunduk kepada para pesaingnya. Yang bukan hanya merek lain, tapi juga saudara sendiri, Kijang Innova.
Tak hanya di situ, Avanza yang tadinya bersanding dengan Veloz dalam menguasai pasar mobil di Indonesia, kini dipisahkan. Tadinya, angka penjualan kedua mobil ini diakumulasi. Menyusul pemisahan produksi, dimana Avanza diproduksi Astra Daihatsu Motor, sementara Veloz diproduksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
“Banyak konsumen butuh MPV tapi desain menginginkan SUV. Makanya Veloz kami pisah, tapi bukan berarti kami menyebut Veloz itu SUV,” ujar Anton Jimmi Suwandy, saat peluncuran All New Toyota Avanza dan All New Toyota Veloz akhir tahun lalu.
Belum lagi, menurut Pemerhati Otomotif Munawar Chalil yang sempat menganalisis banyaknya faktor yang membuat langkah Avanza kian terseok. Ia mengatakan fenomena ini harus dilihat dari aspek pasar Avanza itu sendiri yang ternyata juga terpengaruh efek domino pandemi Covid-19.
“Pasar Avanza itu selama ini kebanyakan yang beli adalah korporasi untuk keperluan armada dan konsumen karyawan, saat pandemi semuanya kena dampak. Perusahaan menahan belanja dan karyawan banyak yang kena pemotongan gaji hingga PHK,” katanya kepada CNBC Indonesia beberapa waktu lalu.









