Sebusuk apapun maksiat yang telah dilakukan, sebanyak apapun dosa yang telah diperbuat, bila manusia kembali kepada jalan Allah, maka Allah SWT akan menerima tobatnya.
Bahkan terhadap orang yang kafir sekalipun, bila ia memeluk agama Islam, Allah akan mengampuni segala dosanya.
Pintu tobat senantiasa terbuka, apa lagi di saat bulan Ramadan seperti saat ini.
Dan Allah SWT akan senantiasa menanti kedatangan hamba-Nya yang akan bertaubat.
Namun demikian, tidak selamanya pintu tobat terbuka. Ada saatnya pintu tobat tertutup rapat.
Pintu tobat akan tertutup rapat pada dua keadaan:
1. Pertama, ketika nyawa manusia sudah berada di tenggorokan.
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung menerima tobat seseorang sebelum nyawanya sampai di tenggorokan.” (HR Tirmidzi).
2. Kedua, ketika matahari terbit dari tempat terbenamnya.
Rasulullah SWT bersabda:
“Barangsiapa bertobat sebelum matahari terbit dari barat, niscaya Allah menerima taubatnya.”
(HR Muslim).
Tertutupnya pintu tobat merupakan batas di mana penyesalan, permohonan ampun, perbuatan baik dan keimanan orang kafir tidak bermanfaat lagi, karena Allah SWT tidak menerimanya.
Allah SWT berfirman:
“Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka untuk mencabut nyawa mereka, atau kedatangan Tuhanmu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu.









