Porostimur.com, Jakarta – Sejumlah peneliti bidang perikanan menilai penambangan sedimen laut alias pasir laut bakal mengganggu habitat ikan dilindungi seperti pari manta dan hiu berjalan.
Kandidat doktor di Institut Ilmu Kelautan Universitas Auckland, Selandia Baru, Edy Setiawan mengatakan pengerukan pasir akan membuat pari manta (Manta birostris) sulit mencari makanan.
Sebab, ikan ini kerap mencari plankton di dasar laut, baik itu di bagian pasir maupun di sela-sela terumbu karang.
“Pari manta sangat bergantung terhadap terumbu karang. Makanan juga bisa kesulitan karena mereka mencari makanan juga di dasar laut. kalau pasir laut,” kata dia dalam webinar dalam rangka Hari Laut Sedunia bertema ‘Tides are changing: Inovasi Teknologi dalam Pelestarian Hiu dan Pari’, Kamis (8/6/2023).
Ia menjelaskan pengerukan sedimen laut itu juga mengganggu cleaning station bagi manta. Ini merupakan kebiasaan manta untuk membersihkan diri dari parasit.
Cleaning station merupakan tempat manta untuk mendapatkan pemeriksaan kebersihan rutin. Biasanya manta menghabiskan beberapa jam sehari untuk membersihkan insang, gigi dan kulit.
Edy menjelaskan manta merupakan jenis biota laut yang terancam punah di Indonesia. Manta mendapat perlindungan penuh berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 4 Tahun 2014 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Pari Manta.




