Banyak ulama yang berpendapat bahwa tawa dan senyum adalah salah satu sebab yang paling kuat yang membuat manusia agar lebih efektif dan produktif. Foto ilustrasi/ist
Banyak ulama yang berpendapat bahwa tawa dan senyum adalah salah satu sebab yang paling kuat yang membuat manusia agar lebih efektif dan produktif. Bahkan Imam Ibnul Jauzi (fuqaha, ahli ibadah) berkata bahwa para ulama yang mulia selalu senang dengan humor dan tertawa mendengarnya.
Selain itu, berhumor, tertawa, tersenyum, dan bercanda merupakan irama kehidupan yang tidak mungkin terhindarkan, apalagi jika kita hidup di tengah masyarakat. Bahkan dalam kondisi tertentu canda dan humor menjelma menjadi metode pendidikan yang jitu.
Syaikh ‘Aidh Al Qorni dalam Ibtasim, menulis bahwa para ulama memberikan nasehat agar semua orang, dalam posisinya masing-masing dalam kehidupan ini, jika ingin hidup dengan tenang, rileks, dan berbahagia maka seseorang hendaklah penuh humor, senang bercanda, tersenyum mendengar cerita canda, dan tertawa. Hal itu untuk menciptakan nuansa kejernihan, kebersihan pikiran dari rasa penat, menghilangkan kesedihan, dan untuk mempersempit rasa bosan dalam kehidupan ini.
Dalam kitab al-Mausû’ah al-Kuwaitiyah, disebutkan bahwa bercanda tidak menghilangkan kesempurnaan, bahkan sebaliknya bercanda bisa menjadi pelengkap kesempurnaan jika sesuai dengan aturan syari’at. Misalnya, canda tapi tetap jujur tidak dusta, tujuannya untuk menarik dan menghibur orang-orang yang lemah, atau untuk menampakkan sikap lemah-lembut kepada mereka.










