Harita Nickel Bidik Produksi 120 Ribu Ton Nikel dari Dua Smelter RKEF

oleh -98 views

Porostimur.com, Jakarta – PT Trimegah Bangun Persada (TBP) Tbk (NCKL) atau Harita Nickel membidik produksi nikel dari dua smelter berteknologi rotary kiln electric furnace (RKEF) miliknya yang sudah beroperasi, Megah Surya Pertiwi (MSP) dan Halmahera Jaya Feronikel (HJF), mencapai 120.000 ton kandungan nikel dalam feronikel.

Head of Investor Relations Harita Nickel Lukito Gozali menyampaikan, sebagai perusahaan pertambangan dan pemrosesan nikel terintegrasi berkelanjutan yang beroperasi di Pulau Obi, Maluku Utara, Harita Nickel memiliki dua tambang nikel yang sudah beroperasi.

Kedua tambang itu adalah TBP dan tambang nikel yang dioperasikan anak usaha, PT Gane Tambang Sentosa (GTS). TBP dan GTS berperan untuk menyuplai kebutuhan bijih nikel ke smelter RKEF dan refinery High Pressure Acid Leaching (HPAL) yang dimiliki NCKL.

Baca Juga  Jelang Pelantikan DPD Golkar Maluku, Boy Sangadji: Persiapan Capai 90 Persen

Namun, khusus untuk bijih nikel dengan kadar tinggi atau saprolite, Lukito menuturkan, Harita Nickel akan memasoknya ke MSP dan HJF. “Kami targetkan produksi (MSP dan HJF) pada 2024 sebesar 120.000 ton kandungan nikel dalam feronikel,” ungkap Lukito kepada Investor Daily dikutip, Rabu (23/10/2024).

Sementara untuk bijih nikel kadar rendah atau limonit, Lukito menambahkan, NCKL akan menyuplainya untuk dua refinery HPAL yang sudah beroperasi yaitu Halmahera Persada Lygend (HPL) dan Obi Nickel Cobalt (ONC) dengan target produksi 80.000 – 85.000 ton kandungan nikel dalam MHP pada tahun ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.