Sejarah Bandara Emalamo, Gerbang Udara Kepulauan Sula yang Pernah Lumpuh Akibat Sengketa Lahan

oleh -16 views
Bandara Emalamo merupakan satu-satunya bandar udara yang melayani transportasi udara di Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara. Berlokasi di Desa Wai Ipa, Kecamatan Sanana, bandara ini menjadi pintu gerbang utama yang menghubungkan masyarakat Kepulauan Sula dengan sejumlah daerah di Maluku Utara maupun wilayah lain di Indonesia.

Porostimur.com, Sanana – Bandara Emalamo merupakan satu-satunya bandar udara yang melayani transportasi udara di Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara. Berlokasi di Desa Wai Ipa, Kecamatan Sanana, bandara ini menjadi pintu gerbang utama yang menghubungkan masyarakat Kepulauan Sula dengan sejumlah daerah di Maluku Utara maupun wilayah lain di Indonesia.

Sejak mulai beroperasi pada dekade 1980-an, Bandara Emalamo memegang peranan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, pelayanan pemerintahan, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan tersebut.

Namun, perjalanan bandara ini tidak selalu berjalan mulus. Sengketa lahan yang berkepanjangan bahkan sempat membuat aktivitas penerbangan terhenti selama lebih dari tiga tahun.

Dibangun Sejak 1974 untuk Buka Akses Kepulauan

Pembangunan Bandara Emalamo dimulai pada 1974 ketika wilayah Sanana masih menjadi bagian dari Kabupaten Maluku Utara, sebelum terbentuknya Kabupaten Kepulauan Sula.

Bandara dibangun di atas lahan seluas sekitar 213 ribu meter persegi yang berada di wilayah Desa Wai Ipa dan Desa Umaloya, sekitar lima kilometer dari pusat Kota Sanana.

Baca Juga  HUT ke-122 GPM Rehoboth, Wali Kota Ambon Tekankan Peran Gereja Bangun Karakter dan Persaudaraan

Saat mulai beroperasi sekitar 1980, Bandara Emalamo memiliki landasan pacu sepanjang 1.100 meter dan difungsikan sebagai bandara perintis untuk melayani penerbangan ke daerah-daerah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses transportasi.

No More Posts Available.

No more pages to load.