Kisah Mahasiswa Indonesia di Suriah yang Jadi Saksi Tumbangnya Rezim Assad di Damaskus

oleh -439 views
Seorang warga Suriah menembakkan senjata ke udara untuk merayakan kedatangan pasukan pemberontak ke ibu kota Damaskus, Minggu 8 Desember 2024. (AP/AP)

Porostimur.com, Damaskus – Dua mahasiswa Indonesia di Suriah, Tubagus Muhammad dan Wahyudi, membagikan pengalaman mereka mengenai detik-detik tumbangnya rezim Bashar Assad dan jatuhnya ibu kota Damaskus ke pemberontak.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (7/12/2024) malam itu telah menimbulkan ketegangan di Damaskus. Saat kelompok pemberontak mendekati ibu kota, pada warga setempat termasuk ratusan WNI yang tinggal mengunci pintu rumah sambil menunggu dengan ketidakpastian.

Tubagus Muhammad (22 tahun), adalah mahasiswa Indonesia di Suriah yang menimba ilmu di Universitas Bilad al-Sham. Ia terbangun pada Minggu (8/12/2024) dini hari, karena suara yang ia sangka baku tembak. 

“Saya bahkan merekam video wasiat, karena khawatir malam itu adalah malam terakhir saya,” ujarnya kepada CNA, baru-bari ini. 

Namun, saat koneksi internet pulih, Tubagus baru menyadari bahwa suara tersebut adalah tembakan perayaan atas jatuhnya rezim Assad.

Baca Juga  Tiga Bulan KM Cantika Lestari 7A Tak Beroperasi, Kepemimpinan Bupati Buru Selatan Dipertanyakan

Suasana berubah drastis ketika warga Damaskus keluar rumah usai salat Subuh untuk merayakan kebebasan mereka. “Rasanya seperti Idulfitri, tetapi lebih meriah,” ungkap Wahyudi, mahasiswa Indonesia di Suriah yang lainnya.

Jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada Minggu pagi menjadi tonggak bersejarah, menandai akhir dari konflik 13 tahun yang menewaskan lebih dari 580.000 orang dan mengungsi sekitar 12 juta lainnya. Damaskus, bersama kota-kota seperti Aleppo, Hama, dan Homs, menyaksikan gelombang kegembiraan warga setelah bertahun-tahun dikuasai oleh rezim.

No More Posts Available.

No more pages to load.