Air Mata di Balik Batako: Kisah Pilu Keluarga Nahrawi Salamudin, Korban Kriminalisasi PT Position

oleh -467 views

“Kami hanya ingin hidup tenang di tanah sendiri.”

Porostimur.com, Maba – Rumah itu berdiri sederhana. Dindingnya dari batako, lantainya beralas semen, dan di sudut dapur yang sempit, tampak seorang perempuan paruh baya tengah menata jajanan dalam wadah plastik.

Ia adalah Kamaria Malik, istri dari Nahrawi Salamudin—warga Maba Sangaji, Halmahera Timur—yang kini ditahan karena memperjuangkan tanah leluhurnya.

Suaminya dituduh mengganggu aktivitas perusahaan tambang PT Position, yang beroperasi di wilayah adat mereka. Tapi bagi Kamaria, tuduhan itu adalah bentuk ketidakadilan yang nyata.

“Dia bukan kriminal. Dia hanya berdiri untuk hak kami, hak hidup kami,” ucap Kamaria lirih saat ditemui jurnalis Porostimur.com pada Minggu, 10 Juli 2025.

Anak-Anak yang Tumbuh Terlalu Cepat

Sejak Nahrawi ditangkap, hidup Kamaria berubah drastis. Ia kini menjadi tulang punggung tunggal bagi tiga orang anak mereka.

Baca Juga  Formapas Malut Desak ESDM Tolak RKAB PT Adidaya Tangguh di Taliabu

Anak sulungnya, baru duduk di bangku kelas 3 SMA. Namun, masa remajanya harus ia tukar dengan memanjat pohon kelapa dan membuat kopra yang dijual ke pasar demi menghidupi ibu dan adik-adiknya.

Anak kedua mereka kini kelas 2 SMP, dan si bungsu masih SD kelas 2.

“Anak-anak saya terlalu cepat kehilangan masa kecilnya,” tutur Kamaria, sembari menyeka air mata yang menetes di pipinya.

Ketika anak bungsunya bertanya di mana ayahnya, Kamaria hanya bisa menghibur anaknya itu dengan kata-kata sang ayah sedang pergi ke kebun memanen buah pala.

No More Posts Available.

No more pages to load.