Sunyi di Balik Jeruji: Derita Suryati, Istri Korban Kriminalisasi di Hutan Adat Sangaji Maba

oleh -540 views

“Suami saya bukan penjahat, dia hanya menjaga tanah kelahirannya.”

Porostimur,com, Maba — Di sebuah rumah kayu bercat kusam yang dikelilingi ilalang tinggi, seorang perempuan duduk memandangi halaman kosong. Wajahnya terlihat letih, matanya sembab.

Ia adalah Suryati Hi Kota (42 tahun), istri dari Sahrudin Awat, salah satu dari 11 warga adat Sangaji Maba yang ditangkap aparat gabungan Polda Maluku Utara setelah mempertahankan hutan dan tanah adat mereka dari ekspansi tambang PT Position.

Ia mengetahui kabar penangkapan itu bukan dari pemerintah desa, bukan pula dari polisi. Kabar itu datang dari media online.

“Saya lihat di grup WhatsApp, ada berita kalau suami saya dan beberapa warga ditahan. Hati saya langsung copot,” tutur Suryati saat ditemui jurnalis Porostimur.com pada Minggu, 20 Juli 2025.

Anak sulungnya, seorang mahasiswi tahap akhir di Fakultas Keguruan Universitas Khairun Ternate, membenarkan kabar itu. Ia mendapat informasi langsung dari rekan-rekannya di kota. Keluarga korban pun kemudian saling menguatkan, berkumpul diam-diam di rumah salah satu warga untuk memastikan kabar buruk itu benar adanya.

Baca Juga  Doa Sapu Jagat Setelah Salat untuk Kebaikan Dunia Akhirat

Terseret Gelombang Derita

Sejak hari itu, hidup Suryati dan ketiga anaknya seolah runtuh. Sahrudin, suaminya, selama ini menambang pasir tradisional di Kali Sangaji. Hasil dari jerih payah itu cukup untuk makan sehari-hari dan membiayai pendidikan anak-anak.

No More Posts Available.

No more pages to load.