Oleh: Made Supriatma, Peneliti dan jurnalis lepas. Saat ini bekerja sebagai visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapura
Prabowo Siap Terbang ke Teheran untuk Jadi Mediator. Itu judul dari The Jakarta Globe.
Seperti yang Sodara tahu, Amerika Serikat bersama Israel menyerang Iran. Alasannya? Amerika menuntut agar Iran menghentikan kegiatan memperkaya uraniumnya sehingga bisa membuat bom nuklir.
Tahun lalu, Amerika sudah membom fasilitas nuklir Iran. Saat itu Trump dan pejabat-pejabat Amerika berkokok bahwa mereka sudah ‘obliterated’ atau memusnahkan semua kemampuan Iran membuat bom nuklir.
Alasan Amerika berubah-ubah. Sebelum ini, Amerika mengancam akan membom Iran sebagai hukuman tindakan keras Teheran terhadap demonstran anti-rejim. Sekarang, kembali ke nuklir.
Tentu Sodara tidak lupa bahwa Trump juga membuat Board of Peace. Ini usaha untuk menjaga perdamaian. Dan siapa yang sangat bersemangan mendukungnya? Yak, betul: Indonesia!
Belum genap dua minggu dideklarasikan di Washington DC, di mana Presiden Indonesia mengangkat piagam pendirian Board of Peace, Trump membom Iran.
Dan, Indonesia menawarkan diri sebagai mediator. Ini seperti berkawan dengan preman kampung, yang kemudian memaksa orang untuk bergabung ke organisasi guyub rukun kampung. Bapak kita memilih untuk berteman dengan si preman supaya tidak diganggu dan dipalakin.








