Porostimur.com, Ambon – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Maluku pada 2025 tercatat masih menjadi tantangan serius, meski partisipasi angkatan kerja menunjukkan tren yang relatif stabil. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku yang dipublikasikan pada Senin, 30 Maret 2026, mengungkap disparitas cukup lebar antar kabupaten/kota.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Maritje Pattiwaellapia, menjelaskan bahwa secara umum TPT Maluku berada di angka 6,27 persen, dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 66,66 persen.
“Ini menunjukkan bahwa meskipun cukup banyak penduduk usia kerja yang aktif di pasar tenaga kerja, tidak semuanya berhasil terserap,” ujarnya.
Ambon dan Tual Jadi Penyumbang TPT Tertinggi
Kota Ambon tercatat sebagai daerah dengan tingkat pengangguran tertinggi di Maluku, yakni mencapai 11,37 persen. Disusul Kota Tual sebesar 8,96 persen.
Tingginya angka pengangguran di wilayah perkotaan ini mencerminkan tekanan pasar kerja yang lebih besar, seiring meningkatnya jumlah pencari kerja dibandingkan ketersediaan lapangan pekerjaan.
Di sisi lain, sejumlah daerah menunjukkan angka pengangguran yang relatif rendah. Kabupaten Buru Selatan mencatat TPT terendah sebesar 1,29 persen, diikuti Kepulauan Aru 2,10 persen dan Maluku Barat Daya 2,69 persen.









