Porostimur.com, Ambon – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) di Maluku pada Mei 2026 mencapai 3,27 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,31.
Dari dua kota penghitungan inflasi, Kota Tual mencatat angka inflasi tertinggi, sementara Kota Ambon menjadi yang terendah.
Kepala BPS Provinsi Maluku Maritje Pattiwaellapia, menyampaikan bahwa inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 3,93 persen dengan IHK 114,13, sedangkan Kota Ambon mengalami inflasi sebesar 2,84 persen dengan IHK 113,61.
“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sembilan indeks kelompok pengeluaran,” ujar Pattiwaellapia dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS), di Ambon, Selasa (2/6/2026).
Kenaikan Harga Dorong Inflasi
Pattiwaellapia menjelaskan, peningkatan inflasi dipicu oleh naiknya harga pada sejumlah kelompok pengeluaran utama.
Kelompok transportasi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 5,30 persen, disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,85 persen, serta kelompok kesehatan sebesar 4,75 persen.
Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan sebesar 4,63 persen, diikuti kelompok pendidikan sebesar 2,84 persen dan penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,07 persen.





